Sabtu, 02 Mei 2015

Perkembangan Logo Microsoft dari Masa ke Masa

Setelah 25 tahun, logo Microsoft berubah. Perusahaan software terbesar di dunia itu kini hadir dengan logo yang simpel, namun memiliki arti tersendiri.

Dalam logo barunya, jendela empat warna yang menjadi ciri khas OS Windows besutan Microsoft muncul di samping tulisan Microsoft. Akan tetapi dibuat dengan gaya baru yang terlihat lebih tegas dan lebih simpel dengan empat kotak warna.

Logo baru ini mengubah jenis huruf yang tertulis di kata Microsoft menggunakan font Segoe. Pada huruf 'f' dan 't' di akhiran kata Microsoft juga terhubung dengan satu garis.

Microsoft sudah beberapa kali mengganti logo perusahaan sepanjang sejarahnya. Berikut sejarah pergantian logo Microsoft yang saya dapatkan dari berbagai sumber.

1. 1975-1979

Logo pertama Microsoft ini digunakan pada tahun 1975 sampai 1979, pada masa awal berdirinya perusahaan. Hurufnya bergaya disko, sesuai dengan tren di era tersebut. Konon, Paul Allen dan Bill Gates selaku pendiri Microsoft, membuat logo di atas hanya dalam waktu 24 jam. Mereka mengunakan program komputer Basic untuk mendesainnya.

Logo ini merefleksikan arti Microsoft, dengan Micro di baris pertama dan Soft di baris kedua. Micro sendiri berarti 'microcomputers' dan soft berarti 'software'.

2. 1980 - 1981

Pada tahun 1980, Microsoft memutuskan kembali melakukan perubahan logo meski hanya digunakan dalam waktu singkat. Desainnya terlihat tanpa kompromi dengan garis-garis yang tegas, yang merefleksikan zaman ketika video game dan komputer sedang hangat dibicarakan. Logo ini dibuat satu tahun sesudah Microsoft pindah kantor ke Washington.


3. 1982-1986

Logo kedua Microsoft tidak lama digunakan karena pada tahun 1982, Microsoft kembali mengubah logo tersebut. Yang mencolok dari logo ini adalah huruf o di bagian tengah paling berbeda desainnya dengan huruf yang lain, dikenal dengan sebutan Bibblet. Ini untuk menyimbolkan bahwa o adalah huruf yang menyambungkan kata Micro dan Soft. Terinspirasi dari logo tersebut, kantin Microsoft sempat menyajikan menu burger yang dinamakan Bibblet.

4. 1987-2012

Tahun 1987, Microsoft mendesain logo baru yang cukup lama digunakan, yaitu sampai tahun ini. Kembali huruf o menjadi perhatian khusus di sini, karena terlihat tidak utuh. Huruf o yang digores ini menekankan hubungan antara o dan s. Ada yang menilai huruf o tersebut mirip dengan karakter Pacman.

5. 2012

Setelah 25 tahun berselang, Microsoft baru menghadirkan logonya. Logo ini punya dua komponen, yaitu huruf dan lambang berupa kotak berwarna warni. Lalu apa artinya?

"Untuk tulisan logo, kami menggunakan font jenis Segoe yang juga digunakan di produk dan marketing komunikasi kami. Simbol dengan kotak berwarna warni ditujukan untuk mengekspresikan portofolio produk perusahaan yang beragam," demikian keterangan Microsoft.
 
sumber :
http://komputerinfo88.blogspot.com/2012/08/sejarah-logo-microsoft-dari-masa-ke-masa.html

Perusahaan Cokelat

Cokelat adalah makanan favorit semua orang. Jarang sekali ada orang yang tidak suka dengan cokelat. Cokelat merupakan salah satu jenis makanan yang cocok dihidangkan dan disantap dalam setiap kondisi. Selain itu, cokelat juga bisa membuat tenang jika dimakan oleh seseorang yang sedang stres. Intinya, cokelat adalah makanan yang tidak lekang oleh zaman dan selalu menjadi favorit. Konsumen cokelat berasal dari berbagai usia. Anak-anak, remaja, bahkan orang tua, semua menyukai cokelat. Selama manusia masih ada di muka bumi ini, bisnis cokelat masih tetap akan memiliki pelanggan.
    A. Memulai Bisnis

1.      Pengetahuan dan Keterampilan Mengolah Cokelat
v     Keterampilan mengemas cokelat menjadi produk yang menarik dan unik.
v     Keterampilan membuat cokelat dengan aneka bentuk yang inovatif.
v Keterampilan mengolah cokelat yang enak, misalnya dengan mencampur berbagai jenis cokelat menjadi rasa baru yang unik.
2.      Modal yang Dibutuhkan
v    Cetakan cokelat untuk menghadirkan berbagai jenis bentuk cokelat. Tempat produksi atau dapur. Memulai bisnis ini bisa dimulai di dapur Anda sendiri. Walaupun demikian, sebaiknya dapur ditata sedemikian rupa untuk memudahkan proses produksi.
v  Modal finansial. Tidak dibutuhkan dana yang terlalu besar untuk menjadi produsen cokelat. Dana tersebut salah satunya digunakan untuk membeli bahan baku cokelat. Kejelian mencari bahan baku berkualitas dengan harga murah dibutuhkan untuk menekan biaya produksi yang akhirnya berimbas pada harga jual yang kompetitif.
    B. Hambatan Bisnis

Hambatan-hambatan yang bisa ditemui pada bisnis ini antara lain sebagai berikut.
v     Ketika memasarkan produk ini ke pasar yang lebih besar, seperti supermarket, akan sedikit menemui kendala. Proses perizinannya lumayan lama, karena itulah diperlukan sedikit kesabaran.
v  Hati-hati ketika menyimpan cokelat yang sudah jadi, karena cokelat sangat rentan menjadi meleleh oleh cahaya matahari dan panas.
v     Harga bahan baku cokelat bisa memengaruhi kestabilan usaha.
    C. Strategi Bisnis

Berikut beberapa strategi bisnis cokelat yang dapat Anda terapkan. Perdalam kemampuan membuat cokelat Anda dengan mengikuti kursus.
v Ikuti berbagai pameran yang akan mendongkrak penjualan produk-produk cokelat Anda. Dibanding beriklan, biaya mengikuti pameran jauh lebih kecil, tapi dampaknya bisa luar biasa.
v     Kuasai resep cokelat pilihan dan jadikan cokelat tersebut andalan usaha Anda.
v Jaga kebersihan dapur dan peralatan membuat cokelat sehingga Anda bisa menjamin kebersihan dan kualitas bahan baku cokelat yang akan diolah.
v    Siapkan foto aneka cokelat atau sampel cokelat untuk dicicipi jika Anda berniat menawarkan cokelat ke perusahaan-perusahaan atau masyarakat juga.
v Kemas cokelat dengan bentuk unik dan menarik jika Anda ingin mempromosikannya di supermarket.
    D. Analisis Bisnis            

Modal Awal:
Peralatan:
Cetakan cokelat                                                Rp       500.000,00
Panci                                                               Rp       100.000,00
Kompor gas                                                      Rp       250.000,00
Tabung gas                                                      Rp       160.000,00
Jumlah                                                             Rp       1.010.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 2 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 1.010.000,00 - Rp 1.000,00) / 2 = Rp 252.250,00 per tahun atau sama dengan Rp 21.021,00 per bulan.
Perlengkapan:
Kantong plastik
Kemasan
Label
Alat tulis
Jumlah
Bahan Baku:
Bahan baku cokelat (hitam dan putih)
Pewarna makanan rasa buah-buahan
Jumlah
Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan
Pendapatan (500 buah X Rp 5.000,00)
Biaya-biaya:
Biaya bahan baku
Biaya perlengkapan
Biaya listrik, air dan telepon
Biaya penyusutan peralatan
Biaya lain-lain
Jumlah biaya
Laba Bersih
Rp       70.000,00
Rp       125.000,00
Rp       75.000,00
Rp       30.000,00
Rp       300.000,00
Rp       1.000.000,00
Rp       50.000,00
Rp       1,050.000,00
Rp       2.500.000,00
Rp       1.050.000,00
Rp       300.000,00
Rp       100.000,00
Rp       21.021,00
Rp       100.000,00
Rp       1.571.021,00
Rp       928.979,00
Jika Anda tertarik memasarkan aneka cokelat di supermarket, ikuti tata cara dan tip-tip memasukkan produk berikut ini. Hubungi buyer, PDKM (Pusat Dagang Kecil dan Menengah), dan Aprindo yang secara berkala mempertemukan buyer dengan UKM, misalnya dalam pameran.
v  Pelaku usaha di daerah bisa menghubungi PDKM di tingkat provinsi di bawah naungan Departemen Perdagangan. Saat sudah masuk supermarket, Anda harus terus mengontrol kualitas produk cokelat Anda sehingga tidak dikeluarkan dari supermarket.
v  Biaya sewa di supermarket bisa dengan rupiah atau dolar, bergantung kebijakan pengelola gedung.
Jika produk cokelat Anda masuk ke hipermarket, Anda tidak perlu membayar. Pihak hipermarket hanya akan memberlakukan potongan sekian persen untuk setiap keuntungan yang Anda peroleh.

Catatan: Analisa harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya lain wirausaha ataupun bisnis bisa berubah kapan saja seiring waktu, silahkan sesuaikan dengan analisa harga dan biaya-biaya lain di daerah anda.

Senin, 20 April 2015

Budaya, Kreativitas, dan Inovasi

Tugas Softskill Pertemuan ke 13 dan14
http://www.slideshare.net/bayu_pkusuma14/tugas-pertemuan-ke-13-dan-14

Minggu, 19 April 2015

Sejarah J.CO Donuts & Coffee – Dunkin Donuts

J.CO dimiliki oleh Johnny Andrean, seorang pemilik jaringan BreadTalk di Indonesia. J.CO diilhami dari donat USA. Johnny yang sering melakukan perjalanan bisnis ke USA, mendapatkan kesempatan menikmati berbagai jenis donat dengan rasa dan keunikan yang berbeda. Pada mulanya, ia ingin membeli waralaba suatu jaringan pemasaran donat USA, tetapi ia mendapatkan beberapa keterbatasan pada produknya. Keterbatasa itu ada pada bahan baku dan kelemahan dalam pengendalian kualitas.
Jadi, dengan demikian Johnny memutuskan untuk mengembangkan produksi donatnya sendiri tanpa harus membeli francise donat dari USA. Ia memilih untuk menghasilkan bentuk dan rasa donat yang sempurna sebagaimana yang pernah ia coba di USA, dengan memfokuskan secara khusus pada mutu bahan baku dan proses produksi.
Sekembali ke Indonesia, ia kemudian mengembangkan sebuah gerai toko donat dengan konsep, bentuk dan rasa yang mirip dengan gerai donat USA. Johnny sejauh ini telah mengamati bahwa tidak ada satu pun gerai donat di Indonesia yang mempunyai konsep dapur terbuka, karenanya ia memulainya di J.CO. Maka, selain mempunyai rasa yang berbeda, konsep toko juga dibuat sebagai dapur terbuka sehingga konsumen-konsumen dapat melihat berbagai atraksi dalam pembuatan donat, dari mencampurkan bahan-bahan sampai menjadi donat siap dijual. Donat J.Co dibuat menggunakan mesin-mesin, baik saat mencampurkan bahan-bahan, memasak dan membuat topping donat. Satu-satunya tenaga manusia yang dilibatkan hanya pada saat pencetakan donat. Yang juga menggunakan alat bantu cetakan.
Semua mesin yang digunakan sepenuhnya diimpor dari USA. Begitu juga dengan bahan-bahan dasar, lebih dari 50% diimpor dari luar negeri. Seperti cokelat yang diimpor dari Belgia dan susu dari Selandia Baru. Juga, untuk minuman, bahan-bahannya kebanyakan diimpor pula. Sebagian kopi bubuk diimpor dari Italia dan Costa Rica. Berdasarkan semua inilah, J.CO diposisikan sebagai produk bermutu premium di pasaran donat Indonesia. Sebagian pihak mungkin berpendapat bahwa logo J.CO memiliki kemiripan dengan logo Starbucks, tetapi jika diperhatikan dengan teliti, itu berbeda. Bentuk bulatnya boleh jadi sama,tapi itu bukanlah sebuah trademark.
J.CO Donuts & Coffee menggunakan simbol burung merak pada logo mereka. Merak ini menyimbolkan keindahan, kerapian, kelembutan dan keabadian. Keindahan dan kehalusan dicerminkan dari rasa dan bentuk donat. Sementara keabadian dapat dilihat dari kesetiaan konsumen yang bersedia berdiri mengantri panjang di gerai-gerai hanya untuk mendapatkan donat J.CO favorit mereka.
Masing-masing donat dinamai secara kreatif berdasarkan topping dan rasa. Hal ini menciptakan suatu keunikan dan mudah untuk diingat, sebagai contoh, Chees Me Up adalah nama untuk donat dengan keju leleh di lapisan atas. Tira Miss U adalah nama untuk donat dengan topping tiramisu. Johnny membutuhkan tiga tahun sebelum meluncurkan J.CO Donuts & Coffee ke pasar Indonesia. Tiga tahun digunakannya untuk mempersiapkan standar dan prosedur produksi, pemilihan bahan baku, memperbaiki mutu dan proses produksi produk, serta operasional bisnis.
Waralaba Menjadi Darahnya
Rosenberg begitu semangat dengan konsep waralaba sehingga ia mendirikan International Franchise Association (IFA) pada tahun 1960. Meski IFA mempunyai efek yang relatif sedikit terhadap Dunkin' Donuts, IFA telah terbukti memberikan manfaat yang besar untuk pewaralaba dan perusahaan induk mereka. Dewasa ini, organisasi ini melampaui lebih dari 30.000 anggota pewaralaba dan 800 perusahaan waralaba. Filsafat waralabanya membantu perusahaannya berekspansi pada dekade-dekade berikutnya, dan saat ini Dunkin' Donuts mempunyai lebih dari 6.700 lokasi di 29 negara; dari Aruba sampai UAE. Mereka mengaku melayani lebih dari 27 juta pelanggan dalam sehari! Rosenberg meninggal di tahun 2002 pada umur 86 tahun.

Produk dan Iklanan Yang Masif dan Populer
Meski donat terus berada di daftar teratas dalam kepala setiap orang ketika mereka berpikir tentang Dunkin' Donuts, perusahaan ini juga telah mengukir namanya pada bisnis kopi. Dunkin’ Donuts merupakan pedagang ritel paling luas di Amerika untuk kopi yang dijual per cangkir, mereka melayani hampir suatu milyar cangkir untuk tiap-tiap tahunnya. Kira-kira sebanding dengan 30 cangkir per detik! Ada suatu semangat kepeloporan pada Dunkin' Donuts dalam hal menciptakan produk-produk donat tipe baru. Perusahaan mengusulkan Munchkins pada tahun 1972, yang berbentuk kecil, bola sebesar "lubang donat" yang dicelupkan dalam berbagai balutan selai atau krim. Lebih dari 700 juta Munchkins dijual tiap tahunnya.
Satu hal yang menjadi bagian penting dari Dunkin' Donuts adalah sejarah iklan televisi mereka yang sangat sukses. Perusahaan ini bekerja sama dengan klub-klub olah raga profesional di USA dan mengontrak premium bintang-bintang mereka.
Kepemilikan
Bersama Togo's (rantai penjualan sandwich) dan Baskin Robbins (perusahaan eskrim), Dunkin's Donuts saat ini merupakan bagian dari Dunkin's Brands Inc. Salah satu dari konsep waralaba yang populer pada masa lampau menjadikan ketiga perusahaan makanan tersebut berada di bawah satu atap.
Pernod Ricard SA., seorang konglomerat hidangan Prancis dahulunya memiliki korporasi yang ada, tetapi tiga perusahaan swasta di USA membentuk struktur seperti sekarang ini yaitu perusahaan kongsi pada tahun 2006. Perusahaan itu adalah Bain Capital Partners, the Carlyle Group, dan Thomas H.H. Partners.
Strategi pemasaran menggunakan Marketing Mix untuk J.CO Donuts&Coffee dan Dunkin’ Donuts.
Product :
Sebenarnya ketakutan terbesar J'Co adalah di produk. Apabila dilakukan blind test terhadap produk, rasa Dunkin Donuts lebih familiar dan enak dibandingkan dengan J'Co. J'Co buat produk yang inovatif, mereka buat produk2 yang lebih menarik dari segi penampilan donut. Product Dunkin Donuts digunakan untuk menjadi tambalan dari besar dan penuh. donat mulai semakin kecil dan lebih kecil dan mengisi kurang dan kurang dan di Dunkin Donut’s Krispy Kreme. Dunkin Donut’s memiliki 52 pilihan yang berbeda.
Place :
Disini JCO lebih menarik strateginya. Dunkin Donuts lebih tinggi saat itu, nah untuk kesadaran J'Co memilih mal2 besar di kota2 besar dan lokasi2 yang strategis, lokasi yang mudah dilihat dan dijangkau consumer. Kemudian dari segi interior dan eksterior.
Promotion :
Dalam segi promosi JCO lebih bagus menarik perhatian konsumen dibandingkan dengan Dunkin’Donuts , oleh karena itu sering kita liat konsumen lebih memilih JCO dibandingkan dengan Dunkin’Donuts.
Price
Dalam masalah harga JCO Donuts & Coffee lebih mahal dibandingkan dengan Dunkin’Donuts , ini dikarenakan JCO Donuts & Coffee lebih diminati oleh para konsumen sedangkan Dunkin Donuts tidak begitu terlalu mahal.


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/J.CO_Donuts
http://erikadityanugraha.blogspot.com/2013/11/sejarah-jco.html

Analisis Manajemen Strategi PT. Pos Indonesia

Sejarah PT. Pos Indonesia
Pos Indonesia merupakan sebuah badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang layanan pos yang berbentuk pengiriman surat, pengiriman uang maupun pengiriman paket. Saat ini, bentuk usaha Pos Indonesia merupakan perseroan terbatas dan sering disebut dengan PT. Pos Indonesia. Bentuk usaha Pos Indonesia ini berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1995. Peraturan pemerintah tersebut berisi tentang pengalihan bentuk awal Pos Indonesia yang berupa perusahaan umum (perum) menjadi sebuah perusahaan (persero). Pos Indonesia memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang dicatatkan di Akta Notaris Sutjipto, S. H. Nomor 117 pada tanggal 20 Juni 1995 yang juga telah mengalami perubahan sebagaimana yang dicatatkan di Akta Notaris Sutjipto, S. H. Nomor 89 pada tanggal 21 September 1998 dan Nomor 111 pada tanggal 28 Oktober 1998.
Dunia perposan modern muncul di Indonesia sejak tahun 1602 pada saat VOC menguasai bumi nusantara ini. pada saat itu, perhubungan pos hanya dilakukan di kota-kota tertentu yang berada di pulau Jawa dan luar pulau Jawa. Surat-surat atau paket-paket pos hanya diletakkan di stadsherberg atau gedung penginapan kota sehingga orang-orang harus selalu mengecek apakah ada surat atau paket untuknya di dalam gedung itu. Untuk meningkatkan keamanan surat-surat dan paket-paket pos tersebut, Gubernur Jenderal G. W. Baron Van Imhoff mendirikan kantor pos pertama di Indonesia yang terletak di Batavia (Jakarta).
Era kepemimpinan Gubernur Jenderal Daendels di VOC membuat sebuah kemajuan yang cukup berarti di dalam pelayanan pos di nusantara. Kemajuan tersebut berupa pembuatan jalan yang terbentang dari Anyer sampai Panarukan. Jalan sepanjang 1.000 km ini sangat membantu dalam mempercepat pengantaran surat-surat dan paket-paket antar kota di pulau Jawa. Jalan yang dibuat dengan metode rodi (kerja paksa) ini dikenal dengan nama Groote Postweg (Jalan Raya Pos). Dengan adanya jalan ini, perjalanan antara provinsi Jawa Barat sampai provinsi Jawa Timur, yang awalnya bisa memakan waktu puluhan hari, bisa ditempuh dalam jangka waktu kurang dari seminggu.
Arus perkembangan teknologi telepon dan telegraf yang masuk ke Indonesia pun mengubah sistem pelayanan pos di Indonesia. Pada tahun 1906, pos di Indonesia pun akhirnya berubah menjadi Posts Telehgraafend Dienst atau jawatan pos, telegraf, dan telepon (PTT). Layanan pos awalnya berpusat di Welrevender (Gambir) juga berpindah ke dinas Pekerjaan Umum atau Burgerlijke Openbare Werker (BOW) di Bandung pada tahun 1923. Pada saat pendudukan Jepang di Indonesia, jawatan PTT dikuasai oleh militer Jepang. Angkatan Muda PTT (AMPTT) mengambil alih kekuasaan Jawatan PTT tersebut dan kemudian secara resmi berubah menjadi Jawatan PTT Republik Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 27 September 1945. Hari itu pun diperingati sebagai Hari Bakti PTT atau Hari Bakti Parpostel.
Cukup banyak perubahan dalam sistem Pos Indonesia sendiri. Perubahan tersebut terlihat dari bentuk badan usaha yang dimiliki oleh Pos Indonesia secara terus-menerus dari tahun ke tahun. Pada tahun 1961, Pos Indonesia resmi menjadi perusahaan negara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 240 Tahun 1961. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa jawatan PTT itu kemudian berubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Setalah menjadi Perusahaan Negara, Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel) mengalami pemecahan menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Hal ini bertujuan untuk mencapai perkembangan yang lebih luas bagi dari masing-masing badan usaha milik negara (BUMN) ini. pemecahan PN Postel menjadi PN Pos dan Giro dan PN Telekomunikasi ini memiliki legalitas hokum melalui peraturah pemerintah Nomor 29 tahun 1965 dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1965.

Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1978 untuk mengubah lagi bentuk badan usaha dari pelayanan pos di Indonesia ini (melalui PN Pos dan Giro). Dengan dikeluarkannya peraturan tersebut, Perusahaan Pos dan Giro berubah menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro (Perum Pos dan Giro). Hal ini bertujuan untuk semakin mempermudah keleluasaan pelayanan pos bagi masyarakat Indonesia. Perubahan bentuk usaha dari sebuah perusahaan negara menjadi perusahaan umum ini pun disempurnakan lagi supaya bisa mengikuti iklim usaha yang sedang berkembang melalui keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 1984 mengenai tata cara pembinaan dan pengawasan. Setelah beberapa tahun memberikan pelayanan dengan statusnya sebagai perusahaan umum, Pos Indonesia mengalami perubahan status atau bentuk usaha lagi. Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 1995, Perum Pos dan Giro berubah menjadi PT. Pos Indonesia (Persero). Hal ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dan kedinamisan untuk PT. Pos Indonesia (Persero) sehingga bisa lebih baik dalam melayani masyarakat dan menghadapi perkembangan dunia bisnis yang semakin ketat.
Visi,  misi dan budaya PT. Pos Indonesia
a.      Visi
Menjadi pemimpin pasar di Indonesia dengan menyediakan layanan suratpos, paket dan logistik yang handal serta jasa keuangan yang terpercaya.
b.      Misi
  • Berkomitmen kepada pelanggan untuk menyediakan layanan yang selalu tepat waktu dan nilai terbaik.
  • Berkomitmen kepada karyawan untuk memberi iklim kerja yang aman, nyaman dan menghargai kontribusi.
  • Berkomitmen kepada pemegang saham untuk memberikan hasil usaha yang menguntungkan dan terus bertumbuh.
  • Berkomitmen untuk berkontribusi positif kepada masyarakat.
  • Berkomitmen untuk berprilaku transparan dan terpercaya kepada seluruh pemangku kepentingan.
Jenis Layanan dan Produk dari Pos Indonesia
Berikut ini adalah berbagai jenis layanan yang disediakan oleh PT Pos Indonesia (Persero):
  1. Layanan Standar
Layanan standar terdiri dari Suratpos Tercatat, Surapos Biasa, Paketpos Biasa, Weselpos, Weselpos Tagih dan Giropo
2. Layanan Customized
Layanan Customized merupakan layanan perlakuan khusus dari weselpos atau giropos  yang disebut dengan layanan keagenan/kemitraan. Layanan kemitraan dapat dikelompokkan kembali sesuai dengan jenis layanan yaitu tabungan, penyaluran dana, pembayaran tagihan dan retail (penjualan benda-benda pihak ketiga melalui pos)
 
Sumber :
https://juventus4ever.wordpress.com/2013/06/25/analisis-manajemen-strategi-pt-pos-indonesia/
 

Memaksimalkan Penerapan IT, Pelindo III Benchmark ke Pertamina

JAKARTA– PT Pertamina (Persero) kembali menerima kehadiran perusahaan lain untuk studi banding. Kali ini dari PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Benchmark dipimpin Senior Manager Tek­nologi Informasi PT Pelindo III, Ismar Tadiyanto beserta jajaran tim mana­jemen fungsi bisnis proses Pelindo III, di Kantor Pusat Pertamina Gedung Annex Lantai 1, Senin (2/3).
Dalam kesempatan terse­but fungsi Corporate Shared Service (CSS) Pertamina berbagi pengalamannya terkait dengan implementasi IT di Pertamina, seperti IT Service Management, pengelolaan proyek di CSS oleh fungsi Business Demand, Layanan infrastruktur IT sebagai penunjang sentralisasi sistem ERP (Enterprise Resources Planning) Pertamina serta keorganisasian fungsi IT serta penerapan ICT (Infor­mation Communication Technology).
Vice President IT So­lution Pertamina Bambang Rudi menyambut baik kedatangan Pelindo III ke Pertamina. Ia mengatakan, tim CSS Pertamina akan terbuka berbagi ilmu bagi perusahaan manapun yang ingin mengetahui lebih luas tentang fungsi IT di Pertamina. Saat ini, CSS tidak lagi menjadi fungsi support, tetapi sudah men­jadi fungsi utama un­tuk menjalankan bisnis perusahaan.
“CSS Pertamina sebagai ICT Service Provider dan cakupannya pun tidak hanya di Kantor Pusat Pertamina Persero, namun juga memberikan layanan IT ke anak perusahaan Pertamina di seluruh Indonesia hingga di luar negeri seperti anak perusahaan Pertamina di Algeria,” ucap Bambang Rudi.
Sementara itu, Ismar Tadiyanto mengungkapkan, Pertamina dijadikan se­bagai pilihan benchmark karena pengalaman Perta­mina yang telah lama meng­implimentasikan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) dalam sistem MySAP. Diharapkan Pelindo III dapat menimba ilmu le­bih banyak dari Pertamina sehingga akan mempercepat Pelindo III dalam implimentasi ERP.
“Dalam melakukan ERP, kami seringkali meng­alami kesulitan dalam hal integrasinya sehingga diha­rap­kan usai melakukan benchmarking dengan Perta­mina ini, implementasi ERP di Pelindo III bisa berjalan de­ngan lancar seperti yang diharapkan,” ungkap Ismar.
Dari hasil benchmark tersebut, banyak hal yang menjadi catatan bagi Pelindo III untuk kelancaran bisnis proses di berbagai aspek, mulai produksi, supply chain, pemasaran, keuangan dan aspek lainnya. Karena salah satu daya saing peru­sahaan ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam meng­implementasikan IT pada proses bisnisnya.

Sabtu, 11 April 2015

Perubahan dan Pengembangan Organisasi

Tugas Softskill Pertemuan ke 11 dan 12
ini linknya :
http://www.slideshare.net/bayu_pkusuma14/tugas-pertemuan-ke-11-dan-12