Minggu, 19 April 2015

Analisis Manajemen Strategi PT. Pos Indonesia

Sejarah PT. Pos Indonesia
Pos Indonesia merupakan sebuah badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang layanan pos yang berbentuk pengiriman surat, pengiriman uang maupun pengiriman paket. Saat ini, bentuk usaha Pos Indonesia merupakan perseroan terbatas dan sering disebut dengan PT. Pos Indonesia. Bentuk usaha Pos Indonesia ini berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1995. Peraturan pemerintah tersebut berisi tentang pengalihan bentuk awal Pos Indonesia yang berupa perusahaan umum (perum) menjadi sebuah perusahaan (persero). Pos Indonesia memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang dicatatkan di Akta Notaris Sutjipto, S. H. Nomor 117 pada tanggal 20 Juni 1995 yang juga telah mengalami perubahan sebagaimana yang dicatatkan di Akta Notaris Sutjipto, S. H. Nomor 89 pada tanggal 21 September 1998 dan Nomor 111 pada tanggal 28 Oktober 1998.
Dunia perposan modern muncul di Indonesia sejak tahun 1602 pada saat VOC menguasai bumi nusantara ini. pada saat itu, perhubungan pos hanya dilakukan di kota-kota tertentu yang berada di pulau Jawa dan luar pulau Jawa. Surat-surat atau paket-paket pos hanya diletakkan di stadsherberg atau gedung penginapan kota sehingga orang-orang harus selalu mengecek apakah ada surat atau paket untuknya di dalam gedung itu. Untuk meningkatkan keamanan surat-surat dan paket-paket pos tersebut, Gubernur Jenderal G. W. Baron Van Imhoff mendirikan kantor pos pertama di Indonesia yang terletak di Batavia (Jakarta).
Era kepemimpinan Gubernur Jenderal Daendels di VOC membuat sebuah kemajuan yang cukup berarti di dalam pelayanan pos di nusantara. Kemajuan tersebut berupa pembuatan jalan yang terbentang dari Anyer sampai Panarukan. Jalan sepanjang 1.000 km ini sangat membantu dalam mempercepat pengantaran surat-surat dan paket-paket antar kota di pulau Jawa. Jalan yang dibuat dengan metode rodi (kerja paksa) ini dikenal dengan nama Groote Postweg (Jalan Raya Pos). Dengan adanya jalan ini, perjalanan antara provinsi Jawa Barat sampai provinsi Jawa Timur, yang awalnya bisa memakan waktu puluhan hari, bisa ditempuh dalam jangka waktu kurang dari seminggu.
Arus perkembangan teknologi telepon dan telegraf yang masuk ke Indonesia pun mengubah sistem pelayanan pos di Indonesia. Pada tahun 1906, pos di Indonesia pun akhirnya berubah menjadi Posts Telehgraafend Dienst atau jawatan pos, telegraf, dan telepon (PTT). Layanan pos awalnya berpusat di Welrevender (Gambir) juga berpindah ke dinas Pekerjaan Umum atau Burgerlijke Openbare Werker (BOW) di Bandung pada tahun 1923. Pada saat pendudukan Jepang di Indonesia, jawatan PTT dikuasai oleh militer Jepang. Angkatan Muda PTT (AMPTT) mengambil alih kekuasaan Jawatan PTT tersebut dan kemudian secara resmi berubah menjadi Jawatan PTT Republik Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 27 September 1945. Hari itu pun diperingati sebagai Hari Bakti PTT atau Hari Bakti Parpostel.
Cukup banyak perubahan dalam sistem Pos Indonesia sendiri. Perubahan tersebut terlihat dari bentuk badan usaha yang dimiliki oleh Pos Indonesia secara terus-menerus dari tahun ke tahun. Pada tahun 1961, Pos Indonesia resmi menjadi perusahaan negara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 240 Tahun 1961. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa jawatan PTT itu kemudian berubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Setalah menjadi Perusahaan Negara, Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel) mengalami pemecahan menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Hal ini bertujuan untuk mencapai perkembangan yang lebih luas bagi dari masing-masing badan usaha milik negara (BUMN) ini. pemecahan PN Postel menjadi PN Pos dan Giro dan PN Telekomunikasi ini memiliki legalitas hokum melalui peraturah pemerintah Nomor 29 tahun 1965 dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1965.

Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1978 untuk mengubah lagi bentuk badan usaha dari pelayanan pos di Indonesia ini (melalui PN Pos dan Giro). Dengan dikeluarkannya peraturan tersebut, Perusahaan Pos dan Giro berubah menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro (Perum Pos dan Giro). Hal ini bertujuan untuk semakin mempermudah keleluasaan pelayanan pos bagi masyarakat Indonesia. Perubahan bentuk usaha dari sebuah perusahaan negara menjadi perusahaan umum ini pun disempurnakan lagi supaya bisa mengikuti iklim usaha yang sedang berkembang melalui keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 1984 mengenai tata cara pembinaan dan pengawasan. Setelah beberapa tahun memberikan pelayanan dengan statusnya sebagai perusahaan umum, Pos Indonesia mengalami perubahan status atau bentuk usaha lagi. Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 1995, Perum Pos dan Giro berubah menjadi PT. Pos Indonesia (Persero). Hal ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dan kedinamisan untuk PT. Pos Indonesia (Persero) sehingga bisa lebih baik dalam melayani masyarakat dan menghadapi perkembangan dunia bisnis yang semakin ketat.
Visi,  misi dan budaya PT. Pos Indonesia
a.      Visi
Menjadi pemimpin pasar di Indonesia dengan menyediakan layanan suratpos, paket dan logistik yang handal serta jasa keuangan yang terpercaya.
b.      Misi
  • Berkomitmen kepada pelanggan untuk menyediakan layanan yang selalu tepat waktu dan nilai terbaik.
  • Berkomitmen kepada karyawan untuk memberi iklim kerja yang aman, nyaman dan menghargai kontribusi.
  • Berkomitmen kepada pemegang saham untuk memberikan hasil usaha yang menguntungkan dan terus bertumbuh.
  • Berkomitmen untuk berkontribusi positif kepada masyarakat.
  • Berkomitmen untuk berprilaku transparan dan terpercaya kepada seluruh pemangku kepentingan.
Jenis Layanan dan Produk dari Pos Indonesia
Berikut ini adalah berbagai jenis layanan yang disediakan oleh PT Pos Indonesia (Persero):
  1. Layanan Standar
Layanan standar terdiri dari Suratpos Tercatat, Surapos Biasa, Paketpos Biasa, Weselpos, Weselpos Tagih dan Giropo
2. Layanan Customized
Layanan Customized merupakan layanan perlakuan khusus dari weselpos atau giropos  yang disebut dengan layanan keagenan/kemitraan. Layanan kemitraan dapat dikelompokkan kembali sesuai dengan jenis layanan yaitu tabungan, penyaluran dana, pembayaran tagihan dan retail (penjualan benda-benda pihak ketiga melalui pos)
 
Sumber :
https://juventus4ever.wordpress.com/2013/06/25/analisis-manajemen-strategi-pt-pos-indonesia/
 

Memaksimalkan Penerapan IT, Pelindo III Benchmark ke Pertamina

JAKARTA– PT Pertamina (Persero) kembali menerima kehadiran perusahaan lain untuk studi banding. Kali ini dari PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Benchmark dipimpin Senior Manager Tek­nologi Informasi PT Pelindo III, Ismar Tadiyanto beserta jajaran tim mana­jemen fungsi bisnis proses Pelindo III, di Kantor Pusat Pertamina Gedung Annex Lantai 1, Senin (2/3).
Dalam kesempatan terse­but fungsi Corporate Shared Service (CSS) Pertamina berbagi pengalamannya terkait dengan implementasi IT di Pertamina, seperti IT Service Management, pengelolaan proyek di CSS oleh fungsi Business Demand, Layanan infrastruktur IT sebagai penunjang sentralisasi sistem ERP (Enterprise Resources Planning) Pertamina serta keorganisasian fungsi IT serta penerapan ICT (Infor­mation Communication Technology).
Vice President IT So­lution Pertamina Bambang Rudi menyambut baik kedatangan Pelindo III ke Pertamina. Ia mengatakan, tim CSS Pertamina akan terbuka berbagi ilmu bagi perusahaan manapun yang ingin mengetahui lebih luas tentang fungsi IT di Pertamina. Saat ini, CSS tidak lagi menjadi fungsi support, tetapi sudah men­jadi fungsi utama un­tuk menjalankan bisnis perusahaan.
“CSS Pertamina sebagai ICT Service Provider dan cakupannya pun tidak hanya di Kantor Pusat Pertamina Persero, namun juga memberikan layanan IT ke anak perusahaan Pertamina di seluruh Indonesia hingga di luar negeri seperti anak perusahaan Pertamina di Algeria,” ucap Bambang Rudi.
Sementara itu, Ismar Tadiyanto mengungkapkan, Pertamina dijadikan se­bagai pilihan benchmark karena pengalaman Perta­mina yang telah lama meng­implimentasikan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) dalam sistem MySAP. Diharapkan Pelindo III dapat menimba ilmu le­bih banyak dari Pertamina sehingga akan mempercepat Pelindo III dalam implimentasi ERP.
“Dalam melakukan ERP, kami seringkali meng­alami kesulitan dalam hal integrasinya sehingga diha­rap­kan usai melakukan benchmarking dengan Perta­mina ini, implementasi ERP di Pelindo III bisa berjalan de­ngan lancar seperti yang diharapkan,” ungkap Ismar.
Dari hasil benchmark tersebut, banyak hal yang menjadi catatan bagi Pelindo III untuk kelancaran bisnis proses di berbagai aspek, mulai produksi, supply chain, pemasaran, keuangan dan aspek lainnya. Karena salah satu daya saing peru­sahaan ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam meng­implementasikan IT pada proses bisnisnya.

Sabtu, 11 April 2015

Perubahan dan Pengembangan Organisasi

Tugas Softskill Pertemuan ke 11 dan 12
ini linknya :
http://www.slideshare.net/bayu_pkusuma14/tugas-pertemuan-ke-11-dan-12

Minggu, 05 April 2015

Desain dan Sruktur Organisasi

Tugas Softskill Pertemuan ke 9 dan 10
Desain dan Sruktur Organisai

http://www.slideshare.net/bayu_pkusuma14/tugas-pertemuan-ke-9-dan-10

Minggu, 29 Maret 2015

Kepemimpinan

Tugas Softskill Pertemuan 7 dan 8 
Kepemimpinan


http://www.slideshare.net/bayu_pkusuma14/tugas-pertemuan-ke-7-dan-8-bayu-puja-kusuma

Sabtu, 21 Maret 2015

Microsoft Corporation



Bill Gates Mendirikan Microsoft

Pasca pengembangan perusahaannya bersama rekannya, Paul Allen berjalan, ternyata peluang yang diidamkan Bill akhirnya datang juga. Kesempatan tersebut berasal dari perusahaan yang mengembangkan Altair 8800 yaitu Micro Instrumentation and Telemetry Systems (MITS). Presiden MITS pada waktu itu, Ed Roberts pun cukup tertarik dengan konsep sistem operasi komputer yang ditawarkan oleh Bill. Setelah masa pengembangan kodenya siap, akhirnya kerjasama antara perusahaan Bill dan MITS mulai dijalin dengan pengembangan sistem operasi bersama BASIC Microsoft. Nama pertama yang dipilih oleh Bill sebagai brand perusahaannya adalah Micro-Soft, namun seiiring perjalanan kerjasama, nama tersebut direvisi dengan menghilangkan tanda hubungnya menjadi Microsoft. Nama tersebut didaftarkan secara resmi pada tanggal 26 November 1976 dan hingga saat ini masih dipertahankan.

Pada tahun 1976an, Bill merasa bahwa saat itu sistem operasi BASIC Microsoft  masih belum begitu dihargai secara layak. Banyak penguna komputer yang bisa dengan mudah menggunakan, mengotak-atik, atau memproduksi ulang semua sistem operasi karyanya tanpa ada keuntungan atau fee yang diberikan kepada Microsoft. Dan akhirnya pada tahun 1976, Microsoft mengakhiri kerjasama dengan MITS karena perbedaan pandangan. Selepas putus kontrak, praktis Microsoft harus keluar dari bayang MITS yang selama ini menjadi suksesornya.

Harapan muncul manakala, salah satu perusahaan besar perangkat keras komputer IBM menawarkan kerjasama dengan Microsoft untuk mengembangkan sistem operasi yang rencananya akan ditanamkan di komputer terbaru IBM yaitu IBM PC. Tawaran kerjasama tersebut tentunya dimanfaatkan dengan baik oleh Microsoft.

Langkah pertama yang dilakukan oleh Microsoft adalah menawarkan sistem operasi CP/M yang dikembangkan oleh perusahaan Digital Research. Namun ternyata pihak IBM tidak bisa menerima sistem operasi tersebut hingga Microsoft menawarkan alternative kedua yaitu sistem operasi 86-DOS. Meskipun tidak sepopuler CP/M, nyatanya sistem operasi tersebutlah yang bisa mencapai kata sepakat dengan pihak IBM.

Bill bersama Microsoft-nya pun mulai mengembangkan sistem operasi tersebut hingga lahirnya sistem MS-DOS. Pada waktu itu, IBM membeli hasil karya Microsoft tersebut dengan mahar sebesar $50.000 saja. Namun angka tersebutlah yang pelan namun pasti mengantarkan Microsoft menjadi salah satu penguasa pasar sistem operasi komputer terbesar di dunia. MS-DOS perlahan dikembangkan dan dilirik oleh banyak pihak, hasilnya, pundi-pundi dolar pun mulai mengalir ke kas Microsoft dan Bill sebagai CEO tentunya. Dan yang makin melambungkan nama Microsoft yaitu dengan lahirnya Microsoft Windows pada tahun 1985, dan hingga saat ini pengembangannya masih terus dilakukan dan dapat kita nikmati dengan versi terbarunya Windows 8.



     Divisi Produk
                        Beberapa produk yang dihasilkan oleh microsoft corporation adalah sebagai berikut:
·         Windows 8
·         Microsoft SQL Server 2012 Enterprise Edition, Perangkat data berkekuatan penuh untuk profesional TI
·         Microsoft SQL Server 2012 Business Intelligence Edition, Perangkat data berkekuatan penuh untuk profesional TI
·         SharePoint, Layanan membuat situs untuk berbagi dokumen dan informasi.
·         Microsoft Office, Industri-perangkat produktivitas bisnis terkemuka
·         Exchange, Bisnis-surat elektronik terkonstruksi, kalender dan daftar kontak untuk PC, telepon dan penjelajah Internet
·         Lync, Komunikasi melalui suara antarorang (orang ke orang), video dan pesan instan secara real-time
·         Microsoft Office 365, Web berbasis Microsoft Exchange, SharePoint dan Lync, tersedia di dalam Awan selama sebulan pembayaran
·         Microsoft Project, Membawa manajemen proyek ke tingkat berikutnya
·         Microsoft Visio, Membawa pembuatan diagram ke tingkat baru dengan dinamis, perangkat visualisasi pengaturan data dan model, meningkatkan proses kemampuan manajemen, dan berbagi web yang lebih maju.
·         Microsoft Desktop Virtualization, Mengakses secara virtual aplikasi apapun dan lingkungan mana pun, sementara menjaga pengalaman personalisasi Anda
·         Windows Intune, Mempertahankan manajemen PC Anda secara sederhana dan aman dengan menggunakan layanan Cloud dan Windows 7
·         Windows Phone, Membawa orang secara bersamaan seperti belum pernah terjadi sebelumny
·         Microsoft System Center, Mengatur lingkungan virtualisasi dan Awan yang memungkinkan Anda untuk memberikan fleksibilitas, infrastruktur sebagai layanan (IaaS) berbiaya efektif
·         Windows Server 2012, Solusi virtualisasi yang ringkas, dapat diandalkan, berbiaya efektif dan optimal
·         Microsoft Dynamics AX 2012, Solusi ERP lengkap untuk konsumen Enterprise
·         Microsoft Dynamcis CRM, Solusi manajemen relasi konsumen
·         Windows Azure, Membangun, buat jaringan dan skala aplikasi di dalam datacenter Microsoft pada kode .net, uji, komandokan dan tempatkan dalam satu lingkungan



Perilaku dan budaya kerja
            Microsoft dikenal sebagai contoh learning oganization yang murni. Microsoft berpegang pada lima learning diciplines yang  diidentifikasikan oleh peter senge- seorang profesor di      massachusetts institude of technology dan pengarang buku fifth dicipline (1990). Kelima disiplin ini digambarkan sebagai dasar dari “pekerjaan learning organization” yaitu:[5]
·               Personal Mastery (Kemampuan Pribadi).
Para karyawan diharapkan mengembangkan kapasitas pribadi mereka untuk mencapai tujuan mereka sendiri, dan tujuan perusahaan,  yang pada gilirannya diatur untuk mendukung usaha pribadi tersebut.
·                Mental Models (Model Mental).
Mengembangkan “cara berpikir” yang benar untuk mengendalikan tindakan dan keputusan.
·               Shared Vision (Visi Bersama)
Komitmen dari semua anggota terhadap tujuan organisasi dan cara untuk mencapai tujuan tersebut
·               Team Learning (Pembelajaran Kelompok).
Mengeksploitasi kenyataan bahwa hasil pemikiran keelompok lebih besar ketimbang jumlah total dari pemikiran perorangan
·               System Thinking (Pemikiran Sistem)
Betindak dengan dasar pemahaman bahwa tindakan dan keputasan tidak dapat berdiri sendiri, tetapi mempunyai implikasi dalam perusahaan secara keseluruhan.


Kesimpulan :
Microsoft merupakan salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Merupakan pembuat perangkat lunak terbesar di dunia menurut pendapatannya. Perusahan ini berhasil mendominasi pasar sistem operasi komputer pribadi dengan MS-DOS-nya pada pertengahan 1980-an, diikuti dengan jajaran sistem operasi Microsoft Windows.
Microsoft berpegang pada lima learning diciplines yang diidentifikasikan oleh peter senge- seorang profesor di massachusetts institude of technology dan pengarang buku fifth dicipline (1990). Kelima disiplin ini digambarkan sebagai dasar dari “pekerjaan learning organization” yaitu:
·               Personal Mastery (Kemampuan Pribadi).
·               Mental Models (Model Mental).
·               Shared Vision (Visi Bersama)
·               Team Learning (Pembelajaran Kelompok).
·               System Thinking (Pemikiran Sistem)

Sumber :


Definisi, Dasar, dan Jenis - jenis Keputusan Organisasi

Pertemuan 5 dan 6
Tugas Softskill

http://www.slideshare.net/bayu_pkusuma14/tugas-pertemuan-ke-5-dan-6-bayu-puja-kusuma